BENCHMARKING UKM LSB UIN WALISONGO X UKM CEC UIN SALATIGA X UKM ITTAQO UIN SALATIGA
Kegiatan Studi Banding ini merupakan salah satu program kerja yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, berbagi wawasan tentang program kerja, serta membangun kolaborasi antar organisasi, yaitu UKM Lembaga Studi Bahasa (LSB) UIN Walisongo Semarang dengan CEC UIN Salatiga dan Ittaqo UIN Salatiga. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 14 September 2025, di UIN Salatiga. Rangkaian acara dimulai tepat waktu pada pukul 09.00 WIB dan berakhir hingga pukul 15.00 WIB.
Rangkaian Acara Utama Berdasarkan Rundown: Pembukaan dan Sambutan (09.00 – 09.55 WIB): Diawali dengan registrasi, pembukaan dengan doa bersama, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua LSB, Ketua CEC, dan pemutaran video dari Dosen Pembina. Inti Acara (09.55 – 12.45 WIB): Diawali dengan Tukar Cenderamata (Gift Memories) dan sesi foto formal. Kemudian dilanjutkan dengan Ice Breaking dan penjelasan tema. Sesi utama berupa Presentasi Program Kerja dari UKM CEC dan UKM LSB, yang dilanjutkan dengan diskusi ringan. Inti diskusi mendalam dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) per divisi. Penutup (12.45 – 15.00 WIB): Terdapat sesi ISHOMA (Istirahat, Sholat Zuhur, Makan Siang). Acara diakhiri dengan sesi Kesan & Pesan Peserta dari kedua UKM, pembacaan doa penutup, penutupan oleh MC, dan ditutup dengan sesi foto informal serta Campus Tour (jika memungkinkan).
Hambatan:
Terdapat kendala saat sesi tukar cenderamata di mana plakat (simbolik) yang akan diserahkan kepada pihak CEC UIN Salatiga ketinggalan di tempat awal keberangkatan karena kesalahan koordinasi internal panitia UKM LSB.
Penanggulangan Masalah dan Saran:
Masalah plakat ketinggalan segera diatasi dengan menghubungi anggota eksternal LSB lainnya di Semarang yang kemudian membantu mengirimkan plakat ke lokasi studi banding di UIN Salatiga agar simbolis penyerahan tetap dapat dilakukan tepat waktu atau di akhir acara.
Saran untuk Kegiatan Selanjutnya:
Meningkatkan checklist dan koordinasi tim logistik, terutama untuk barang-barang penting yang bersifat simbolis seperti cenderamata, untuk mencegah kejadian serupa.
Membangun komitmen dan semangat kolektif untuk memastikan semua pengurus/panitia memahami dan bertanggung jawab penuh pada tugasnya masing-masing.


Komentar
Posting Komentar