TARBIYAH COMPETITION X LINGUA FEST UKM LSB 2025
Tahun ini, Lingua Fest kembali hadir dengan empat cabang lomba utama, yaitu Speech, Khitobah, Story Telling, dan Taqdimul Qishoh. Empat cabang ini dipilih karena dianggap mampu mewakili keterampilan dasar yang perlu dimiliki mahasiswa dalam penguasaan bahasa mulai dari keberanian berbicara di depan umum, kemampuan menyampaikan pesan dengan struktur yang baik dalam bahasa Inggris dan bahasa Arab melalui speech dan khitobah dan kecakapan bercerita yang hidup dalam bahasa Inggris dan bahasa Arab melalui Story Telling dan Taqdimul Qishoh. Melalui rangkaian perlombaan ini, Lingua Fest diharapkan tidak hanya menjadi tempat mahasiswa menunjukkan potensi, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat berprestasi dalam bidang kebahasaan yaitu bahasa Inggris dan bahasa Arab.
Penyelenggaraan Lingua Fest 2025 juga terasa lebih istimewa karena tahun ini Lembaga Studi Bahasa (LSB) UIN Walisongo Semarang berkolaborasi dengan DEMA FITK, menghadirkan kegiatan bersama bertajuk “Tarbiyah Competition x Lingua Fest.” Kolaborasi ini lahir dari semangat untuk memperluas partisipasi, memperkuat nuansa akademik, sekaligus menciptakan kegiatan yang lebih terorganisir dan berdampak bagi seluruh mahasiswa FITK. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pendaftaran peserta pada 4–18 Oktober 2025, yang memberi waktu cukup bagi tiap jurusan untuk menyiapkan delegasi terbaiknya. Setelah itu, Technical Meeting digelar pada 21 Oktober 2025 sebagai forum pengarahan dan penegasan aturan lomba agar seluruh peserta memahami alur serta ketentuan kompetisi. Pelaksanaan lomba sendiri berlangsung pada 22–24 Oktober 2025, di mana setiap cabang lomba diselenggarakan secara bergiliran dan diikuti dengan antusias oleh mahasiswa dari berbagai program studi.
a. Story Telling
Lomba Story Telling dilaksanakan pada Kamis, 23 Oktober 2025, bertempat di Panggung Utama (Depan Dekanat). Kegiatan dimulai dengan registrasi peserta pukul 08.00–08.30, dilanjutkan pembacaan teknis oleh PJ Story Telling, Dian Pratiwi dan Putri Zahrotun Nisa, pada pukul 08.30–09.00. Perlombaan berlangsung pukul 09.00–11.00 yang disertai proses evaluasi. Setelah itu dilakukan rekap nilai pukul 11.00–11.30, kemudian pengumuman juara pukul 11.30–11.50, dan acara ditutup pada pukul 11.50–12.00. Adapun peserta lomba ini terdiri atas Arneta Luna Rizqiana (PIAUD, 24031060009) dan Ratna Fithri Ramadhani (PAI, 25030160321). Penilaian pada cabang ini dilakukan oleh juri yaitu Iyyaka Robby Syakriyyan, S.Pd. Berdasarkan hasil penilaian, Juara 1 diraih oleh Arneta Luna Rizqiana, sedangkan Juara 2 diraih oleh Ratna Fithri Ramadhani.
b. Taqdimul Qishoh
Lomba Taqdimul Qishoh digelar pada Kamis, 23 Oktober 2025, bertempat di Masjid Kampus 2. Registrasi peserta dibuka pukul 12.30–13.00, kemudian pembacaan teknis oleh PJ lomba, M. Fatih Atijani, pada pukul 13.00–13.30. Pelaksanaan lomba berlangsung pukul 13.30–15.00 dan dilanjutkan rekap nilai pukul 15.00–15.30. Pengumuman juara dilakukan pada pukul 15.30–15.50, lalu acara ditutup pukul 15.50–16.00. Peserta lomba ini terdiri atas Roza Linda (PBA, 24030260061), Naufal Daffa Anwar (PAI, 24030160045), dan Iklil Taliyata Khoirotunnisa (PAI, 24030160083). Lomba dinilai oleh juri yaitu Safiyur Rahman Wahid, S.Pd. dan Nur Alfiyatus Sa’adah, S.Pd. Berdasarkan hasil penilaian, Juara 1 diraih oleh Naufal Daffa Anwar, Juara 2 diraih oleh Iklil Taliyata Khoirotunnisa, dan Juara 3 diraih oleh Roza Linda.
c. Khitobah
Lomba Khitobah diselenggarakan pada Kamis, 23 Oktober 2025, bertempat di Aula Q FUHUM. Acara dimulai dengan registrasi pada pukul 08.00–08.30, kemudian pembacaan teknis oleh PJ Khitobah, Bagus Ranu Wijaya dan Selly Saadatinnisa, pukul 08.30–09.00. Perlombaan berlangsung pukul 09.00–11.00 dan diteruskan dengan rekap nilai pukul 11.00–11.30. Pengumuman pemenang disampaikan pukul 11.30–11.50, lalu kegiatan ditutup pukul 11.50–12.00. Cabang ini diikuti oleh sepuluh peserta: Naufal Daffa Anwar, Gilang Dwi Anugrah, Siska Putri, Roza Linda, Sahila Tazkiyatul A., Dina Febriana, Tsaniyatul Nur Arifah, Akbar Daffa A., dan Zahra Aulia. Lomba ini dinilai oleh juri Diva Fakih Ashkiy Thalib, S.Pd., M.Pd. dan Siti Fahimatul Ilmia.Berdasarkan hasil penilaian, Juara 1 diraih oleh Zahra Aulia, Juara 2 diraih oleh Naufal Daffa Anwar, dan Juara 3 diraih oleh Gilang Dwi Anugrah.
d. Speech
Lomba Speech berlangsung pada Jumat, 24 Oktober 2025, bertempat di Teater IsDB Soshum (Kampus 3). Kegiatan diawali dengan registrasi peserta pukul 08.00–08.30, kemudian pembacaan teknis lomba oleh PJ Speech, Khilyatul Azahiroh dan Latifah Fitriani, pukul 08.30–09.00. Perlombaan dimulai pukul 09.00–11.00 sekaligus evaluasi oleh juri. Rekap nilai dilakukan pukul 11.00–11.30, dilanjutkan pengumuman juara pukul 11.30–11.50, dan kegiatan ditutup pukul 11.50–12.00. Peserta lomba terdiri dari Farah Dyah Fa’ni (PBA, 25030260062), Widya Cantika Putri (PAI, 25030160021), Riesta Ayu Wulandari (PBI, 25030460132), dan Dhimas Qolbu Adhi (PAI, 24030160099). Lomba dinilai oleh juri yaitu Rafika Kintan Tanadda. Berdasarkan hasil penilaian, Juara 1 diraih oleh Farah Dyah Fa’ni, Juara 2 diraih oleh Dhimas Qolbu Adhi, dan Juara 3 diraih oleh Riesta Ayu Wulandari.
Dalam pelaksanaan Lingua Fest, terdapat beberapa tantangan yang memengaruhi jalannya kegiatan, yaitu:
1. Jumlah Peserta yang Terbatas
Salah satu kendala utama adalah minimnya jumlah peserta pada beberapa cabang lomba. Antusiasme mahasiswa masih rendah sehingga beberapa cabang tidak mencapai jumlah peserta yang ideal. Kondisi ini juga berdampak pada kompetisi yang seharusnya lebih beragam.
2. Banyak Peserta yang Mengundurkan Diri
Selain peserta yang sedikit, beberapa peserta yang sebelumnya telah mendaftar memutuskan untuk mengundurkan diri menjelang hari pelaksanaan. Hal ini menyebabkan panitia harus melakukan penyesuaian mendadak, seperti nomor urut maju peserta.
3. Kurangnya Dukungan dari Pihak DEMA FITK
Dari sisi kelembagaan, dukungan dari DEMA FITK dirasa masih kurang optimal. Bantuan yang diberikan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan kegiatan, baik dalam bentuk koordinasi dengan setiap HMJ di FITK agar turut berpartisipasi dalam seluruh cabang lomba Lingua Fest, pemberian dukungan moral, maupun penyediaan fasilitas yang diperlukan. Misalnya, bentuk support sederhana seperti menghadirkan massa penonton untuk meramaikan acara atau mengajak mahasiswa FITK untuk hadir dan memberikan dukungan kepada para peserta belum berjalan secara maksimal. Selain itu, koordinasi dalam penyediaan sarana dan prasarana juga mengalami kendala. Panitia membutuhkan meja dan kursi untuk juri maupun peserta, dan pihak DEMA telah menyampaikan kesediaan untuk membantu penyediaannya pada hari H. Namun, ketika hari pelaksanaan tiba, fasilitas tersebut tidak diambilkan maupun difasilitasi sehingga panitia harus mencari solusi alternatif secara mandiri di lapangan.
Untuk mengatasi berbagai tantangan yang muncul dalam pelaksanaan Lingua Fest, panitia menerapkan beberapa solusi sebagai berikut:
1. Mengoptimalkan Rekrutmen Peserta Lebih Awal
Panitia memperpanjang dan memaksimalkan proses publikasi lomba melalui media sosial, grup mahasiswa, serta koordinasi dengan setiap HMJ untuk memastikan informasi lomba tersampaikan dengan baik.
2. Penyesuaian Teknis bagi Peserta yang Mengundurkan Diri
Untuk mengatasi peserta yang mundur mendadak, panitia melakukan penyesuaian teknis secara cepat, seperti mengubah nomor urut maju dan menyesuaikan alur pelaksanaan. Koordinasi dilakukan secara langsung melalui grup panitia dan peserta agar informasi perubahan segera tersampaikan.
3. Penyesuaian kendala fasilitas dan minimnya dukungan
Untuk mengatasi kendala fasilitas dan minimnya dukungan, panitia mencari alternatif pemenuhan sarana dan prasarana secara mandiri, seperti meminjam meja dan kursi dari kelas terdekat, serta menata fasilitas sendiri agar kegiatan tetap berjalan lancar. Selain itu, panitia memperkuat komunikasi dengan DEMA FITK terkait melalui follow-up rutin dan penyampaian kebutuhan secara lebih terstruktur guna mengurangi potensi miskomunikasi pada hari pelaksanaan. Panitia juga menggerakkan teman-teman anggota LSB dan mahasiswa sekitar lokasi untuk mengisi kekurangan massa penonton sehingga suasana lomba tetap hidup. Meskipun berbagai solusi ini dapat mengatasi kendala yang muncul, kegiatan sebenarnya akan jauh lebih optimal apabila pihak DEMA FITK dapat memberikan dukungan penuh dan bekerja sama secara aktif untuk membantu kelancaran acara.





Komentar
Posting Komentar